Hari ini saya mengunjungi SD 1 Kota Bakti. Salah satu sekolah dasar di Kabupaten Pidie yang merupakan binaan ERA (Education Rehabilitation in Aceh). Program ini yang didanai oleh AusAID dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
Sekolah ini terletak di kawasan yang dahulu merupakan daerah konflik. Tidak seperti layaknya sekolah lain, bangunan sekolah ini terletak di dua tapak (site) yang dibatasi oleh sungai kecil selebar sekitar 8 meter. Dulu sekolah ini memiliki 2 bangunan untuk rumah guru dan ruang kelas yang cukup untuk tempat belajar siswa dari 6 kelas. Sayangnya kedua bangunan untuk ruang guru itu sudah hancur total, tak lagi dapat digunakan. Terlihat juga 3 ruang yang rusak sehingga tak dapat digunakan untuk kegiatan belajar.
Saat ini SD 1 Kota Bakti hanya memiliki 6 ruang yang dapat digunakan untuk belajar dan kegiatan manajemen sekolah. Tiga ruang kelas berada (kelas 1 - 3) di sebelah timur sungai dan tiga ruang kelas lainnya (kelas 4 - 6) berada di sebelah barat sungai. Karena tidak memiliki ruang guru dan ruang kepala sekolah, maka untuk memberi ruang bagi kegiatan kepala sekolah dan para guru, separuh ruang belajar untuk kelas 6 juga digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan guru.
Ketika langkah kaki memasuki tapak yang berada di sebelah timur sungai, ada kesedihan dan kegembiraan yang sekaligus terasa di dada. Sedih melihat bangunan yang sungguh tak lagi layak digunakan sebagai tempat belajar anak-anak kita. Perasaan gembira terasa karena di halaman rumput yang hijau dan bersih, terlihat anak-anak sedang melakukan kegiatan olahraga. Mereka bermain kasti dengan ceria. Siswa-siswi kelas 3 ini sedang bermain kasti, karena guru mereka sedang mengikuti kegiatan pelatihan di Sigli. Dua orang guru sedang melaksanakan kegiatan belajar di kelas 1 dan 2. Perasaan sedih dan gembira sekali lagi menyeruak. Sedih melihat ruang kelas yang plafondnya sudah rusak dan warna dindingnya pun tidak lagi putih. Gembira karena terlihat para siswa belajar dengan ceria. Kedua guru yang sedang mengajar mencoba menerapkan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreati
Tuesday, December 05, 2006
Keikhlasan berbuah semangat
Hari ini saya mengunjungi SD 1 Kota Bakti. Salah satu sekolah dasar di Kabupaten Pidie yang merupakan binaan ERA (Education Rehabilitation in Aceh). Program ini yang didanai oleh AusAID dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
Sekolah ini terletak di kawasan yang dahulu merupakan daerah konflik. Tidak seperti layaknya sekolah lain, bangunan sekolah ini terletak di dua tapak (site) yang dibatasi oleh sungai kecil selebar sekitar 8 meter. Dulu sekolah ini memiliki 2 bangunan untuk rumah guru dan ruang kelas yang cukup untuk tempat belajar siswa dari 6 kelas. Sayangnya kedua bangunan untuk ruang guru itu sudah hancur total, tak lagi dapat digunakan. Terlihat juga 3 ruang yang rusak sehingga tak dapat digunakan untuk kegiatan belajar.
Saat ini SD 1 Kota Bakti hanya memiliki 6 ruang yang dapat digunakan untuk belajar dan kegiatan manajemen sekolah. Tiga ruang kelas berada (kelas 1 - 3) di sebelah timur sungai dan tiga ruang kelas lainnya (kelas 4 - 6) berada di sebelah barat sungai. Karena tidak memiliki ruang guru dan ruang kepala sekolah, maka untuk memberi ruang bagi kegiatan kepala sekolah dan para guru, separuh ruang belajar untuk kelas 6 juga digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan guru.
Ketika langkah kaki memasuki tapak yang berada di sebelah timur sungai, ada kesedihan dan kegembiraan yang sekaligus terasa di dada. Sedih melihat bangunan yang sungguh tak lagi layak digunakan sebagai tempat belajar anak-anak kita. Perasaan gembira terasa karena di halaman rumput yang hijau dan bersih, terlihat anak-anak sedang melakukan kegiatan olahraga. Mereka bermain kasti dengan ceria. Siswa-siswi kelas 3 ini sedang bermain kasti, karena guru mereka sedang mengikuti kegiatan pelatihan di Sigli. Dua orang guru sedang melaksanakan kegiatan belajar di kelas 1 dan 2. Perasaan sedih dan gembira sekali lagi menyeruak. Sedih melihat ruang kelas yang plafondnya sudah rusak dan warna dindingnya pun tidak lagi putih. Gembira karena terlihat para siswa belajar dengan ceria. Kedua guru yang sedang mengajar mencoba menerapkan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
template-nya oke, bikin sendiri mom ?
keren juga,
tulisannya tinggal dibikin paragraf kali ya...
edit aja gampang kok
Post a Comment